Bupati Deliserdang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari

Bupati Deliserdang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari

KONEKSI MEDIA – Bupati Deliserdang, H. Ashari Tambunan, resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Keputusan ini diambil setelah terjadi bencana alam berupa banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di kabupaten tersebut, mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan mengancam keselamatan warga.

Banjir yang terjadi sejak tanggal 27 November lalu disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur kawasan hulu sungai, serta meluapnya beberapa sungai besar yang ada di Deliserdang. Sejumlah desa di kecamatan Percut Sei Tuan, Lubuk Pakam, dan Beringin dilaporkan menjadi yang paling parah terdampak. Sebagian besar rumah warga terendam air, dengan ketinggian banjir mencapai dua meter di beberapa lokasi.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Bupati Deliserdang pada Senin (30/11), Bupati Ashari Tambunan menjelaskan bahwa status tanggap darurat ini diperlukan untuk mempercepat upaya penanganan bencana.

“Keputusan ini diambil demi memberikan respon yang lebih cepat dan efektif untuk membantu korban bencana serta memulihkan kondisi di daerah terdampak. Kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), TNI, Polri, dan relawan untuk melakukan evakuasi dan distribusi bantuan kepada masyarakat,” ujar Bupati Ashari.

Sejak banjir terjadi, BPBD Deliserdang telah mendirikan beberapa posko pengungsian untuk menampung warga yang terpaksa mengungsi. Diperkirakan lebih dari 3.000 keluarga yang terdampak langsung oleh bencana ini, dengan ribuan orang mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, pihak berwenang juga tengah bekerja keras untuk membuka jalur-jalur transportasi yang terputus, serta melakukan normalisasi sungai agar banjir tidak kembali terjadi.

Dalam masa tanggap darurat ini, Bupati juga menginstruksikan kepada seluruh perangkat daerah untuk mempercepat distribusi bantuan berupa makanan, pakaian, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang, terutama dalam hal evakuasi dan menjaga kesehatan di lokasi pengungsian,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan, yang berisiko memperburuk kondisi banjir. Oleh karena itu, pemerintah setempat terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Ashari juga meminta dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun masyarakat umum untuk bergotong royong membantu para korban bencana. “Bantuan dari semua pihak sangat berarti bagi kami. Kami berharap dengan adanya status tanggap darurat ini, seluruh upaya pemulihan bisa dilakukan dengan lebih cepat,” tutupnya.

Sejauh ini, bantuan dari berbagai lembaga sosial dan organisasi kemanusiaan sudah mulai mengalir ke lokasi terdampak, termasuk bantuan berupa bahan makanan, air bersih, dan peralatan kebersihan. Selain itu, relawan yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat juga aktif membantu dalam proses evakuasi dan distribusi bantuan.

Dengan status Tanggap Darurat Bencana ini, diharapkan segala bentuk bantuan, baik dari pemerintah maupun masyarakat, dapat segera memberikan dampak positif dan meringankan beban para korban yang tengah menghadapi musibah besar ini.