Barry Sternlicht: Revolusi Tokenisasi Aset Nyaris Dimatikan Regulasi AS

Barry Sternlicht: Revolusi Tokenisasi Aset Nyaris Dimatikan Regulasi AS

KONEKSI MEDIA Industri keuangan global tengah berada di ambang transformasi besar melalui tokenisasi aset—sebuah inovasi yang menjanjikan efisiensi, transparansi, dan akses investasi yang lebih luas. Namun di tengah optimisme tersebut, suara kritis datang dari tokoh besar Wall Street, Barry Sternlicht. Pendiri dan CEO Starwood Capital Group ini menilai bahwa regulasi di Amerika Serikat berpotensi menghambat bahkan “membunuh” revolusi tokenisasi sebelum benar-benar berkembang.

Pernyataan Sternlicht bukan sekadar opini biasa. Sebagai investor kawakan di sektor properti dan keuangan global, pandangannya mencerminkan keresahan pelaku industri terhadap ketidakpastian hukum yang menyelimuti aset digital. Di saat negara-negara lain berlomba menciptakan kerangka regulasi ramah inovasi, Amerika Serikat justru dinilai bergerak lambat dan cenderung represif.

Gelombang Tokenisasi Aset yang Mengubah Lanskap Investasi

Bayangkan dunia di mana kepemilikan properti, obligasi, hingga karya seni dapat diperdagangkan semudah mengirim pesan singkat. Itulah janji besar tokenisasi aset proses mengubah kepemilikan aset fisik maupun keuangan menjadi token digital berbasis blockchain. Dengan sistem ini, investor dapat membeli sebagian kecil dari aset bernilai tinggi tanpa harus mengeluarkan modal besar.

Tokenisasi juga membuka pintu likuiditas baru. Aset yang sebelumnya sulit diperjualbelikan, seperti properti komersial atau infrastruktur, dapat diperdagangkan di pasar digital secara lebih cepat dan transparan. Bagi perusahaan investasi seperti Starwood Capital, model ini berpotensi memperluas basis investor sekaligus menurunkan biaya administrasi dan perantara. Namun, potensi tersebut kini menghadapi tantangan serius dari regulator Amerika.

Kritik Tajam terhadap Regulasi Amerika Serikat

Di tengah euforia inovasi finansial, bayang-bayang regulasi yang ketat justru menimbulkan kekhawatiran mendalam. Sternlicht secara terbuka menyatakan bahwa pendekatan regulator Amerika Serikat terhadap aset digital terlalu agresif dan kurang memberikan kejelasan. Ia menilai ketidakpastian hukum membuat banyak pelaku industri enggan berinovasi di dalam negeri.

Salah satu sorotan utama adalah sikap U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) yang kerap mengambil tindakan penegakan hukum terhadap perusahaan kripto tanpa panduan regulasi yang komprehensif. Bagi Sternlicht, pendekatan “regulation by enforcement” ini menciptakan iklim usaha yang tidak kondusif. Alih-alih mendorong inovasi, kebijakan tersebut justru berpotensi memindahkan pusat perkembangan tokenisasi ke luar negeri.

Risiko Kehilangan Kepemimpinan Global

Ketika inovasi ditekan, sejarah menunjukkan bahwa talenta dan modal akan mencari rumah baru. Sternlicht memperingatkan bahwa Amerika Serikat berisiko kehilangan posisinya sebagai pusat keuangan global jika terus membatasi perkembangan tokenisasi aset. Negara-negara seperti Singapura, Uni Emirat Arab, dan beberapa yurisdiksi di Eropa telah mengambil langkah proaktif dalam menyusun regulasi yang lebih jelas dan adaptif.

Jika tren ini berlanjut, perusahaan teknologi finansial dan manajer aset besar bisa saja memindahkan operasi mereka ke negara dengan regulasi lebih ramah. Dampaknya bukan hanya pada sektor kripto, tetapi juga pada daya saing ekonomi secara keseluruhan. Sternlicht melihat tokenisasi bukan sekadar tren sementara, melainkan evolusi alami pasar modal yang tak terhindarkan.

Jalan Tengah antara Inovasi dan Perlindungan Investor

Namun di balik kritiknya, Sternlicht tidak menyerukan deregulasi total. Ia menegaskan pentingnya perlindungan investor dan stabilitas sistem keuangan. Yang ia dorong adalah keseimbangankerangka hukum yang jelas, transparan, dan mendukung pertumbuhan teknologi baru tanpa mengorbankan keamanan pasar.

Dialog antara pelaku industri dan regulator menjadi kunci. Sternlicht percaya bahwa kolaborasi dapat menghasilkan regulasi yang adaptif terhadap teknologi blockchain dan tokenisasi. Tanpa itu, revolusi finansial yang berpotensi meningkatkan inklusi dan efisiensi pasar bisa saja terhenti sebelum mencapai puncaknya.