Bentrokan TNI vs Brimob di Buton Selatan Berakhir Damai dengan Makan Bersama

Bentrokan TNI vs Brimob di Buton Selatan Berakhir Damai dengan Makan Bersama

KONEKSI MEDIA – Pertandingan sepak bola yang sejatinya digelar untuk mempererat tali persaudaraan dan mencari bibit atlet muda di Kabupaten Buton Selatan (Busel) berubah menjadi arena kericuhan. Bentrokan fisik melibatkan oknum anggota TNI dari Batalyon TP 871 Lamaindo dan personel Brimob dari Batalyon B Pelopor Batauga pecah di Lapangan Lakarada, Kelurahan Lakambau, Kecamatan Batauga, pada Minggu sore, 4 Januari 2026.

Insiden yang sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial ini menunjukkan aksi kejar-kejaran di tengah lapangan hingga merembet ke jalan raya utama. Meski sempat mencekam, situasi dilaporkan telah kondusif setelah pimpinan dari kedua belah pihak melakukan mediasi cepat.

Kronologi Kejadian: Dari Lapangan ke Jalan Raya

Kericuhan bermula saat pertandingan babak penyisihan antara Lamaindo FC (beranggotakan personel TNI) melawan Labeta FC (beranggotakan personel Brimob). Laga tersebut berlangsung sangat ketat dengan tensi tinggi. Hingga peluit panjang ditiupkan, skor bertahan imbang 0-0.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi, pemicu utama keributan bukanlah keputusan wasit, melainkan aksi saling ejek dan adu yel-yel antarsuporter di pinggir lapangan. Kelompok suporter Lamaindo FC yang berjumlah cukup besar terus memberikan tekanan mental melalui sorakan yang dianggap memprovokasi tim lawan.

“Situasi memanas setelah laga usai. Ada aksi saling ejek yang memicu emosi spontan. Suporter yang juga merupakan rekan-rekan dari kedua kesatuan langsung masuk ke lapangan dan terjadi baku hantam,” ujar salah satu warga berinisial RM.

Dalam video yang beredar, tampak ratusan personel berbaju olahraga saling kejar. Sejumlah anggota Brimob dilaporkan sempat terdesak dan mencoba mengamankan diri, sementara beberapa lainnya terkena pukulan. Warga sekitar, termasuk wanita dan anak-anak, lari berhamburan meninggalkan lokasi pertandingan untuk menghindari dampak kericuhan.

Dampak dan Korban

Akibat bentrokan singkat namun intens tersebut, sejumlah personel dilaporkan mengalami luka-luka ringan hingga memar. Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, beberapa fasilitas di sekitar Lapangan Lakarada dan kendaraan sempat mengalami kerusakan minor akibat aksi saling lempar.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, dalam keterangannya mengonfirmasi bahwa insiden tersebut murni merupakan kesalahpahaman spontan.

“Peristiwa tersebut merupakan reaksi sesaat akibat tensi pertandingan. Tidak ada dendam atau motif organisasi di baliknya,” tegas Donny.

Upaya Rekonsiliasi: Makan Bersama sebagai Simbol Damai

Menanggapi insiden tersebut, pimpinan dari kedua institusi bergerak cepat. Pada Senin, 5 Januari 2026, digelar pertemuan mediasi di Lapangan Lakarada yang dihadiri oleh:

  • Dandim 1413 Buton, Letkol Inf Arif Nofiyanto.
  • Kapolres Buton, AKBP Ali Rais Ndraha.
  • Danyonif TP 871/Lamaindo dan Danyon Brimob B Pelopor Batauga.
  • Pj Bupati Buton Selatan, Muhamad Adios.

Dalam pertemuan tersebut, ratusan personel dari kedua kesatuan duduk berdampingan dan melakukan aksi salam-salaman serta makan bersama. Langkah ini diambil untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa sinergitas TNI-Polri di wilayah Sulawesi Tenggara tetap solid dan tidak terganggu oleh insiden di lapangan bola.

Kapolres Buton, AKBP Ali Rais Ndraha, menyatakan bahwa persoalan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kami sudah sepakat untuk tidak memperpanjang masalah. Para prajurit sudah kembali ke barak masing-masing dengan semangat persaudaraan yang baru,” kata Ali.

Evaluasi Kegiatan Olahraga

Pemerintah Daerah Buton Selatan melalui Pj Bupati Muhamad Adios mengapresiasi langkah cepat para pimpinan satuan dalam meredam situasi. Namun, ia juga menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan turnamen di masa mendatang.

“Kegiatan ini awalnya untuk mencari bibit pemain sepak bola. Kami sangat menyayangkan adanya riak-riak ini. Ke depan, pengamanan dan koordinasi antarinstansi dalam kegiatan sosial-olahraga akan lebih diperketat agar kejadian serupa tidak terulang,” ungkap Adios.

Kini, aktivitas masyarakat di sekitar Kecamatan Batauga telah kembali normal. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak lagi menyebarkan video-video lama terkait bentrokan tersebut guna menjaga kondusivitas wilayah.