Site icon Koneksi Media

Cuaca Ekstrem Sepekan: Aceh, Sumut, dan Sumbar Masih Waspada

Cuaca Ekstrem Sepekan Aceh, Sumut, dan Sumbar Masih Waspada

KONEKSI MEDIA – Beberapa hari terakhir, BMKG memperingatkan bahwa sejumlah wilayah di Sumatera terutama Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) menghadapi potensi cuaca ekstrem yang bisa berlangsung selama sepekan mendatang.

Pemicu utama kondisi ini adalah sistem cuaca aktif berupa Siklon Tropis Senyar (sebelumnya bibit 95B) yang terbentuk di perairan Selat Malaka dan semakin menguat. Selain itu, dinamika atmosfer seperti pola aliran massa udara dan faktor IOD negatif membuat asupan uap air meningkat memperbesar peluang hujan lebat.

Hasilnya: potensi hujan lebat hingga ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi di laut terutama di wilayah pesisir dan perairan di sekitar Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Dampak & Kondisi Terkini

Sejumlah wilayah di Aceh dan Sumut telah dilanda banjir dan tanah longsor dalam beberapa hari terakhir. Warga terpaksa mengungsi, kendaraan tertimbun lumpur, dan jalan-jalan banyak tertutup terutama di daerah rawan seperti kawasan pegunungan atau pesisir.

Di Sumbar, pemerintah daerah telah memperpanjang status tanggap darurat bencana menyusul cuaca buruk yang terus berlangsung hingga setidaknya 29 November 2025. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sistem siklon sudah melemah, dampaknya masih terasa dengan risiko hujan lebat dan longsor tetap tinggi.

Warga, terutama di daerah rawan seperti dataran rendah, aliran sungai, kaki gunung, dan pesisir, terus diimbau untuk waspada baik terhadap potensi banjir maupun longsor.

Prakiraan untuk Sepekan ke Depan

Menurut proyeksi mingguan BMKG periode 28 November – 04 Desember 2025, walau pusat siklon telah melemah, cuaca ekstrem masih bisa kembali melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar. Penyebabnya adalah pertumbuhan awan konvektif serta gelombang atmosfer yang memicu potensi hujan intensitas tinggi.

Berikut beberapa skenario yang perlu diwaspadai:

Imbauan untuk Masyarakat dan Pemerintah Daerah

Kenapa Tetap Waspada Meski Siklon Melemah?

Meskipun pusat siklon (Senyar) disebut telah melemah dari siklon tropis menjadi depresi atau bahkan hilang potensi cuaca ekstrem tidak serta-merta lenyap. Sistem atmosfer di sekitar Sumatera masih aktif: massa udara lembap, gelombang atmosfer dan dinamika iklim seperti IOD negatif tetap bisa memicu hujan deras dan kondisi ekstrem lokal.

Dengan demikian, periode “tenang” bisa tiba‑tiba diselingi hujan lebat, banjir, angin kencang, atau gelombang laut besar. Pemerintah dan masyarakat harus tetap waspada jangan lengah.

Exit mobile version