KONEKSI MEDIA – Suasana khidmat menyelimuti Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (8/1/2026), saat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir secara resmi melaporkan capaian luar biasa kontingen Indonesia pada ajang SEA Games ke-33 yang baru saja usai di Thailand. Laporan ini menjadi momen krusial yang ditunggu-tunggu oleh para atlet, pelatih, dan insan olahraga nasional, mengingat adanya janji besar terkait apresiasi dari pemerintah.
Dalam laporannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Erick Thohir menyampaikan bahwa Indonesia berhasil menorehkan tinta emas dengan menempati peringkat kedua klasemen akhir. Capaian ini merupakan prestasi bersejarah karena untuk pertama kalinya sejak tahun 1995, Indonesia mampu mengunci posisi runner-up saat bertanding di luar rumah (bukan sebagai tuan rumah).
Melampaui Target: Indonesia Digdaya di Thailand
Erick Thohir mengungkapkan bahwa kontingen Indonesia pulang dengan membawa total 333 medali, yang terdiri dari 91 medali emas, 111 medali perak, dan 131 medali perunggu. Angka ini jauh melampaui target awal yang ditetapkan pemerintah, yakni sebanyak 80 medali emas.
“Alhamdulillah, Bapak Presiden, perjuangan putra-putri terbaik bangsa membuahkan hasil yang luar biasa. Kita berhasil meraih 91 emas, melampaui target 80 emas yang dicanangkan. Ini adalah bukti bahwa ekosistem olahraga kita mulai menunjukkan kemajuan yang signifikan,” ujar Erick Thohir dalam laporannya.
Presiden Prabowo Subianto, yang sejak awal memberikan dukungan penuh, tampak memberikan apresiasi tinggi. Prabowo sebelumnya sempat berseloroh bahwa banyaknya medali emas ini membuatnya “pusing” karena harus menyiapkan anggaran bonus yang besar, namun ia menegaskan bahwa janji seorang pemimpin adalah utang yang wajib dibayar.
Bonus Fantastis Rp465 Miliar: Terbesar Sepanjang Sejarah
Sebagai bentuk apresiasi nyata, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengucurkan total dana bonus sebesar Rp465.250.000.000 (Rp465,25 miliar). Angka ini mencatatkan rekor sebagai nilai bonus terbesar yang pernah diberikan oleh negara kepada pahlawan olahraga dalam satu ajang SEA Games.
Erick Thohir menegaskan bahwa sesuai instruksi Presiden Prabowo, bonus bagi peraih medali emas kategori tunggal/perorangan dinaikkan secara signifikan menjadi Rp1 miliar per keping emas. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dari skema awal yang hanya direncanakan sebesar Rp500 juta.
Berikut adalah rincian besaran bonus yang disalurkan:
- Medali Emas (Perorangan): Rp1.000.000.000
- Medali Perak (Perorangan): Rp315.000.000
- Medali Perunggu (Perorangan): Rp157.500.000
- Kategori Beregu: Disesuaikan berdasarkan jumlah anggota tim dengan nilai yang tetap proporsional dan kompetitif.
Sistem Pencairan: Langsung ke Rekening Tanpa Perantara
Salah satu poin penting yang ditekankan oleh Erick Thohir adalah transparansi penyaluran. Ia menjamin bahwa seluruh bonus telah ditransfer langsung melalui Bank BRI ke rekening masing-masing atlet dan pelatih tanpa adanya potongan atau perantara pihak ketiga.
“Kami pastikan hari ini dana sudah masuk ke rekening masing-masing. Tidak ada lagi proses birokrasi yang berbelit atau pemotongan. Ini adalah hak penuh para pejuang olahraga kita yang telah mengharumkan nama bangsa,” tegas Erick.
Presiden Prabowo juga secara simbolis menyerahkan buku rekening kepada perwakilan atlet dan berpesan agar dana tersebut digunakan dengan bijak.
“Gunakan bonus ini sebagai modal masa depan. Jangan dihambur-hamburkan untuk hal-hal konsumtif, tapi jadikan sebagai investasi agar setelah pensiun nanti, hidup kalian tetap terjamin,” pesan Presiden.
Menuju Pentas Dunia
Keberhasilan di SEA Games 2025 Thailand ini dipandang sebagai batu loncatan menuju target yang lebih tinggi, yakni Asian Games dan Olimpiade. Erick Thohir menyampaikan bahwa prestasi ini membuktikan bahwa program naturalisasi yang tepat sasaran, pembinaan usia dini, serta perbaikan infrastruktur olahraga mulai membuahkan hasil.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan di atas kertas, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan nasional di bidang olahraga di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

