Hampir 100%, Begini Penampakan Modern Jalan Utama di Kawasan Inti IKN

Hampir 100%, Begini Penampakan Modern Jalan Utama di Kawasan Inti IKN

KONEKSI MEDIA – Wajah Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur kini telah berubah drastis dari hamparan hutan industri menjadi pusat peradaban baru yang modern. Berdasarkan pantauan terbaru di lapangan dan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), progres pembangunan jalan utama di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) telah menyentuh angka hampir 100%.

Pencapaian ini menandai babak baru kesiapan IKN untuk menyambut pemindahan aparatur sipil negara (ASN) serta aktivitas pemerintahan secara penuh dalam waktu dekat.

Kemegahan Jalan Sumbu Kebangsaan

Salah satu ikon utama yang kini sudah terlihat sempurna adalah Jalan Sumbu Kebangsaan. Jalan ini bukan sekadar jalur transportasi, melainkan ruang terbuka hijau yang didesain secara futuristik. Membentang di jantung KIPP, Sumbu Kebangsaan menghubungkan Istana Negara, Kantor Presiden, hingga berbagai gedung kementerian koordinator.

Penampakan jalan ini sangat kontras dengan infrastruktur konvensional di kota-kota lain. Berikut adalah beberapa elemen kunci yang membuatnya istimewa:

  • Aspal Kualitas Tinggi: Permukaan jalan menggunakan aspal lapis aus (wearing course) yang sangat halus, dirancang untuk kenyamanan berkendara maksimal.
  • Sistem Drainase Terintegrasi: Di bawah jalan utama, telah terpasang sistem Multi-Utility Tunnel (MUT). Ini adalah terowongan bawah tanah yang menampung kabel listrik, pipa air, hingga kabel fiber optik, sehingga tidak ada lagi kabel yang melintang di udara.
  • Jalur Pejalan Kaki yang Luas: Trotoar didesain lebar dengan ubin taktil untuk disabilitas, dikelilingi oleh vegetasi lokal yang mulai rimbun.

Konektivitas Tanpa Hambatan: Tol IKN dan Akses Utama

Selain jalan di dalam kawasan inti, jalan tol akses IKN yang menghubungkan Balikpapan menuju Kawasan Inti juga menunjukkan progres yang signifikan. Jalan tol ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh dari Balikpapan ke IKN dari 2 jam menjadi hanya 30 hingga 45 menit.

Menurut Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis H. Sumadilaga, fokus saat ini adalah penyelesaian detail-detail kecil seperti marka jalan, pemasangan lampu jalan berbasis tenaga surya (solar cell), dan penghijauan di sisi median jalan.

“Sebagian besar segmen jalan di KIPP sudah fungsional. Kami sedang melakukan pengujian terakhir untuk sistem sensor pintar yang nantinya akan mendukung kendaraan otonom (tanpa sopir),” ujar Danis dalam keterangan resminya.

Infrastruktur Hijau dan Smart City

Pemerintah berkomitmen menjadikan IKN sebagai Forest City. Hal ini tercermin dari penampakan jalan utama yang didominasi oleh warna hijau. Pohon-pohon endemik Kalimantan seperti Pule dan Trembesi telah ditanam secara masif di sepanjang koridor jalan.

Sesuai dengan konsep Smart City, jalan utama IKN juga dilengkapi dengan:

  1. Smart Lighting: Lampu jalan yang secara otomatis meredup saat tidak ada aktivitas dan terang saat kendaraan melintas.
  2. Electric Vehicle Priority: Prioritas bagi kendaraan listrik dan transportasi umum berbasis elektrik.
  3. Sensor Keamanan: Kamera CCTV berbasis AI yang tersebar di setiap sudut jalan untuk memantau lalu lintas dan keamanan secara real-time.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Kelancaran pembangunan jalan utama ini membawa dampak domino bagi percepatan pembangunan gedung-gedung di sekitarnya. Dengan akses jalan yang sudah “mulus”, distribusi material untuk pembangunan hunian ASN, rumah sakit internasional, dan pusat perbelanjaan menjadi jauh lebih cepat.

Para pekerja konstruksi dan staf kementerian yang sudah mulai berkantor di IKN melaporkan bahwa kenyamanan mobilitas di dalam kawasan inti sudah sangat baik.

“Dulu jalannya masih tanah dan berdebu, sekarang sudah seperti di luar negeri. Sangat rapi dan asri,” ujar salah satu staf operasional di Hunian Pekerja Konstruksi.

Langkah Menuju Peresmian Penuh

Meski fisik jalan sudah mencapai hampir 100%, pemerintah terus mengevaluasi aspek keselamatan dan ketahanan infrastruktur, terutama mengingat kondisi cuaca Kalimantan yang sering mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Sistem eco-drainage diuji secara berkala untuk memastikan tidak ada genangan air yang merusak struktur aspal.

Presiden dijadwalkan akan terus memantau perkembangan ini secara rutin. Fokus selanjutnya setelah infrastruktur jalan selesai adalah penyelesaian interior gedung-gedung pemerintahan dan instalasi sistem teknologi informasi yang akan menjadi “otak” dari kota pintar ini.