Pengakuan Sadis Pembunuh Anak Politikus PKS Motif dan Kronologi Terungkap

Pengakuan Sadis Pembunuh Anak Politikus PKS: Motif dan Kronologi Terungkap

KONEKSI MEDIA – Kasus pembunuhan sadis yang menimpa Muhammad Axle Herman Miller (9), putra bungsu dari dewan pakar DPD PKS Cilegon, Maman Suherman, akhirnya menemukan titik terang. Setelah hampir tiga pekan menjadi misteri yang menghantui warga Banten, pelaku berinisial HA (31) berhasil diringkus. Pengakuan pelaku pun membuka tabir gelap di balik peristiwa yang terjadi pada pertengahan Desember 2025 lalu.

Penangkapan Tak Terduga: Tertangkap Saat Beraksi Lagi

Pelarian HA berakhir bukan melalui penggerebekan langsung di persembunyiannya, melainkan saat ia kembali melakukan aksi kriminal pada Jumat, 2 Januari 2026. HA dipergoki warga dan petugas saat tengah mencoba membobol rumah mewah milik mantan anggota DPRD Cilegon, Roisudin Sayuri, di wilayah Ciwedus.

Proses penangkapannya berlangsung dramatis. Di bawah guyuran hujan lebat, pelaku sempat mencoba bersembunyi di bawah kolong mobil dan mengunci diri di dalam rumah korbannya. Namun, kesiagaan petugas Polsek Cilegon dan bantuan warga membuat pria asal Sumatera ini tidak berkutik. Saat itu, polisi awalnya hanya menangkap HA atas tuduhan pencurian dengan pemberatan.

Interogasi 45 Menit: Dari Pencuri Menjadi Pembunuh

Titik balik kasus ini terjadi saat interogasi awal di Mapolsek Cilegon. Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, mengungkapkan bahwa setelah sekitar 45 menit diamankan, HA memberikan pengakuan yang mengejutkan petugas. Ia secara sukarela mengakui bahwa dirinya adalah orang yang bertanggung jawab atas tewasnya bocah 9 tahun di Perumahan BBS III, Ciwaduk, pada 16 Desember 2025.

“Awalnya kami mengamankan pelaku karena kasus pencurian. Namun dalam pengembangan dan interogasi, pelaku mengakui bahwa dia juga yang melakukan pembunuhan terhadap anak politisi PKS yang viral itu,” ujar Kompol Firman.

Motif dan Kronologi: Perampokan yang Berujung Maut

Berdasarkan pengakuan HA, ia merupakan spesialis pencuri rumah mewah. Pada hari kejadian di rumah Maman Suherman, HA masuk dengan cara mencongkel jendela bagian belakang menggunakan kunci pas yang sudah dimodifikasi menjadi obeng.

Naas, saat tengah mencari barang berharga, aksinya dipergoki oleh korban, Axle. Dalam keadaan panik dan takut identitasnya terungkap, HA yang sudah membawa senjata tajam melakukan tindakan keji. Korban ditemukan tewas dengan 19 luka tusuk dan hantaman benda tumpul di lantai satu rumahnya. Minimnya saksi dan CCTV rumah yang mati sejak tahun 2023 sempat membuat polisi kesulitan melacak pelaku selama 18 hari.

Penemuan Harta Karun di Bawah Pot Bunga

Salah satu pengakuan HA yang paling tak terduga adalah lokasi penyimpanan barang bukti hasil kejahatannya. Alih-alih menjualnya segera, HA menanam barang-barang curiannya di dalam tanah, tepat di bawah pot bunga dekat lokasi kejadian (TKP) pembunuhan.

Polisi yang membawa pelaku kembali ke lokasi berhasil menemukan perhiasan emas, gelang, dan jam tangan yang disembunyikan dalam tanah di bawah pembuangan AC. Penemuan ini semakin memperkuat kesesuaian antara pengakuan pelaku dengan barang bukti tindak pidana yang ada.

Profil Pelaku: Bukan Orang Dekat

Polisi memastikan bahwa HA bukan merupakan orang dalam atau mantan karyawan di rumah korban. Pelaku adalah seorang pendatang yang bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta di Cilegon. Hal ini mematahkan spekulasi liar di masyarakat yang sebelumnya menduga adanya keterlibatan orang terdekat atau motif politik murni. Motif utama hingga saat ini murni merupakan pencurian dengan kekerasan (curas) yang menyasar rumah-rumah mewah di kawasan elite Cilegon.

Penutup dan Langkah Hukum

Saat ini, HA telah diserahkan ke Resmob Polda Banten untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mendalami apakah ada pelaku lain yang terlibat. Pihak keluarga korban dan jajaran PKS memberikan apresiasi tinggi kepada kepolisian atas penangkapan ini dan berharap pelaku dijatuhi hukuman maksimal atas kekejamannya.