RedDoorz Gaspol! Bidik Tambahan 150 Properti hingga 2027

RedDoorz Gaspol! Bidik Tambahan 150 Properti hingga 2027

KONEKSI MEDIA –  Industri perhotelan budget di Indonesia kembali bergeliat. Di tengah persaingan yang semakin ketat dan perubahan perilaku wisatawan yang kian dinamis, langkah ekspansi menjadi kunci untuk memenangkan pasar. Momentum inilah yang dimanfaatkan oleh RedDoorz dengan mengumumkan target ambisius: menambah 150 properti baru hingga tahun 2027.

Langkah “gaspol” ini bukan sekadar ekspansi angka semata. Strategi tersebut mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan sektor pariwisata domestik, meningkatnya mobilitas masyarakat, serta potensi besar kota-kota tier 2 dan tier 3 di Indonesia. Dengan jaringan yang telah tersebar di berbagai wilayah, RedDoorz ingin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di segmen akomodasi terjangkau.

Ekspansi Agresif di Tengah Pertumbuhan Pariwisata

Mengawali strategi ekspansinya, RedDoorz melihat adanya lonjakan signifikan dalam perjalanan domestik pascapandemi. Pergerakan wisatawan lokal yang semakin aktif, baik untuk keperluan liburan, bisnis, maupun perjalanan singkat (staycation), menjadi sinyal positif bagi industri perhotelan. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan agar dapat menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Tak hanya menyasar kota-kota besar, ekspansi 150 properti baru ini juga difokuskan pada daerah dengan potensi pertumbuhan tinggi. Kota-kota sekunder dengan aktivitas ekonomi yang meningkat menjadi target utama. Dengan pendekatan berbasis data dan analisis tren permintaan, RedDoorz berupaya memastikan setiap properti baru memiliki prospek okupansi yang optimal serta mampu memberikan nilai tambah bagi mitra pemilik properti.

Selain itu, pertumbuhan sektor UMKM dan meningkatnya kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) turut berkontribusi terhadap permintaan akomodasi terjangkau. RedDoorz melihat peluang ini sebagai celah strategis untuk memperluas jaringan sekaligus memperkuat kehadiran brand di berbagai daerah.

Strategi Kemitraan dan Digitalisasi

Lebih jauh lagi, keberhasilan ekspansi RedDoorz tidak lepas dari model bisnis berbasis kemitraan. Perusahaan ini menggandeng pemilik hotel, guest house, hingga homestay untuk bergabung dalam ekosistemnya. Melalui sistem standarisasi layanan, pelatihan operasional, serta dukungan pemasaran digital, mitra dapat meningkatkan kualitas layanan dan tingkat hunian secara signifikan.

Pendekatan ini memberikan keuntungan dua arah. Di satu sisi, pemilik properti mendapatkan akses ke teknologi, sistem manajemen, dan jaringan distribusi yang lebih luas. Di sisi lain, RedDoorz dapat memperluas portofolio properti tanpa harus melakukan investasi pembangunan dari nol. Strategi asset-light ini menjadi fondasi penting dalam target penambahan 150 properti hingga 2027.

Digitalisasi juga menjadi pilar utama dalam strategi pertumbuhan. Platform pemesanan online yang terintegrasi, sistem manajemen harga berbasis data, serta kampanye pemasaran digital memungkinkan perusahaan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Di era di mana konsumen mengutamakan kemudahan dan kecepatan, transformasi digital menjadi faktor penentu daya saing.

Fokus pada Standar Kualitas dan Pengalaman Tamu

Tak dapat dipungkiri, ekspansi besar-besaran seringkali menimbulkan tantangan dalam menjaga kualitas layanan. Namun RedDoorz menegaskan bahwa penambahan 150 properti tidak akan mengorbankan standar kenyamanan dan kebersihan yang telah menjadi ciri khasnya. Standarisasi fasilitas seperti tempat tidur berkualitas, kamar mandi bersih, AC, dan akses Wi-Fi tetap menjadi prioritas utama.

Untuk menjaga konsistensi tersebut, perusahaan menerapkan proses audit rutin dan evaluasi performa mitra. Sistem penilaian berbasis ulasan pelanggan juga menjadi indikator penting dalam mengukur kualitas layanan. Properti dengan performa baik akan mendapatkan eksposur lebih besar, sementara yang belum memenuhi standar akan memperoleh pembinaan khusus.

Pengalaman tamu menjadi fokus sentral dalam strategi pertumbuhan ini. RedDoorz menyadari bahwa loyalitas pelanggan dibangun dari kepuasan yang konsisten. Oleh karena itu, perusahaan terus berinovasi dalam menghadirkan kemudahan reservasi, proses check-in yang efisien, serta layanan pelanggan yang responsif.

Optimisme Menuju 2027 dan Dampak Ekonomi

Menatap 2027, target penambahan 150 properti mencerminkan optimisme terhadap masa depan industri perhotelan Indonesia. Dengan meningkatnya konektivitas antarwilayah, pembangunan infrastruktur, serta promosi pariwisata nasional, peluang pertumbuhan diyakini akan terus terbuka lebar. RedDoorz berupaya memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat pangsa pasar sekaligus memperluas jangkauan layanan.

Lebih dari sekadar ekspansi bisnis, langkah ini juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Setiap properti baru berarti pembukaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi lokal, serta pemberdayaan pelaku usaha di sektor akomodasi. Dengan model kemitraan yang inklusif, RedDoorz turut mendorong transformasi hotel-hotel independen agar mampu bersaing di era digital.

Pada akhirnya, strategi “gaspol” ini bukan hanya tentang angka 150 properti tambahan, melainkan tentang visi jangka panjang untuk membangun ekosistem akomodasi terjangkau yang modern, terstandarisasi, dan berkelanjutan. Jika terealisasi sesuai rencana, langkah ini akan semakin mengukuhkan posisi RedDoorz sebagai salah satu pemain dominan di industri hospitality Asia Tenggara, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan bagi sektor pariwisata nasional.