KONEKSI MEDIA – Di tengah upaya PT PLN (Persero) melakukan transformasi digital melalui aplikasi PLN Mobile, oknum tidak bertanggung jawab justru memanfaatkan momentum ini untuk melancarkan aksi penipuan. Berdasarkan pantauan terbaru hingga Januari 2026, terdapat lonjakan penyebaran informasi palsu yang beredar melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp dan media sosial seperti Facebook serta TikTok.
PLN secara resmi telah mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak berasal dari kanal komunikasi resmi perusahaan. Penipuan ini sering kali menggunakan iming-iming hadiah besar atau subsidi untuk memancing korban memberikan data pribadi atau bahkan melakukan transfer sejumlah uang.
Daftar Hoaks PLN yang Marak Beredar di 2025-2026
Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta tim periksa fakta, berikut adalah daftar hoaks yang harus Anda waspadai:
- Tautan “Hadiah Tahun Baru 2026” via Kuesioner Ini adalah modus terbaru yang muncul di awal Januari 2026. Pesan berantai ini menjanjikan uang tunai sebesar Rp1.500.000 bagi mereka yang mengisi kuesioner melalui tautan tertentu. Faktanya, ini adalah situs phishing yang bertujuan mengambil alih data pribadi atau akun Telegram pengguna.
- Status: Hoaks/Penipuan.
- Sumber Verifikasi: TurnBackHoax.id
- Tautan Klaim Token Listrik Gratis Rp250.000 Narasi ini mengeklaim bahwa dalam rangka promosi tertentu (misalnya bulan September atau Januari), PLN membagikan token gratis. Masyarakat diminta mengklik tautan dan memasukkan nomor HP serta nama lengkap. PLN menegaskan tidak ada program bagi-bagi token gratis melalui tautan pihak ketiga.
- Status: Hoaks/Penipuan.
- Sumber Verifikasi: CekFakta.com
- Rekrutmen PLN Group 2025-2026 dengan Biaya Administrasi Penipuan rekrutmen tetap menjadi salah satu yang paling sering terjadi. Penipu biasanya mengirimkan surat undangan tes palsu yang mewajibkan kandidat memesan tiket transportasi atau hotel melalui agen perjalanan tertentu. PLN memastikan bahwa seluruh proses rekrutmen bersifat gratis.
- Status: Hoaks/Penipuan.
- Sumber Verifikasi: Situs Resmi PLN
- Pendaftaran Bantuan Subsidi Listrik via WhatsApp Beredar pesan yang meminta pelanggan daya 450 VA dan 900 VA untuk mendaftarkan diri kembali guna mendapatkan subsidi melalui tautan asing. PLN menyatakan bahwa subsidi listrik diberikan secara otomatis dalam sistem atau melalui pemotongan langsung saat pembelian token resmi, tanpa perlu mendaftar di situs web tidak resmi.
- Status: Hoaks/Penipuan.
- Sumber Verifikasi: Laman Komdigi
Kenali Ciri-Ciri Informasi Palsu
Agar tidak terjebak, masyarakat perlu mengenali pola yang sering digunakan oleh para penipu:
- Menggunakan Domain Tidak Resmi: Link yang diberikan biasanya menggunakan domain gratisan atau aneh seperti .buzz, .shop, atau .top, bukan pln.co.id.
- Meminta Data Sensitif: Meminta nomor kartu kredit, kode OTP, atau kata sandi akun media sosial/perpesanan.
- Tekanan Waktu: Sering menggunakan kalimat “Batas waktu hari ini!” atau “Segera klaim sebelum hangus!” untuk membuat korban panik dan tidak sempat berpikir jernih.
- Meminta Uang Muka: Meminta biaya administrasi atau biaya materai untuk pencairan hadiah.
Fakta: Program Resmi PLN yang Benar (Januari 2026)
Sebagai pembanding, saat ini PLN memang memiliki beberapa program resmi, namun semuanya terintegrasi di aplikasi PLN Mobile. Berikut adalah program yang valid:
- Promo Tambah Daya Awal Tahun: Diskon biaya penyambungan bagi pelanggan yang melakukan transaksi tertentu di PLN Mobile.
- Gelegar SwaCAM: Program apresiasi bagi pelanggan yang rutin melakukan catat meter mandiri melalui aplikasi.
- Promo Home Charging: Diskon tarif listrik 30% pada malam hari untuk pengguna kendaraan listrik (EV) yang menggunakan layanan home charging.
Kanal Resmi untuk Konfirmasi
Jangan pernah memberikan data apa pun jika Anda ragu. Pastikan untuk melakukan verifikasi hanya melalui saluran resmi berikut:
- Aplikasi: PLN Mobile (Unduh di PlayStore atau AppStore).
- Website: www.pln.co.id
- Media Sosial: Instagram @pln_id, Twitter/X @_pln_id, dan Facebook PLN. (Pastikan ada centang biru/verifikasi).
- Contact Center: Telepon ke nomor 123 (gunakan kode area).

